Kamis, 05 April 2012

PRPROSAL PENELITIAN PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PENDAPATAN DAN JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWATI PT. SAWAHKARUNIA AGUNG TEXTILE KARANGANYAR


PRPROSAL PENELITIAN

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PENDAPATAN DAN JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI
KERJA KARYAWATI
PT. SAWAHKARUNIA AGUNG TEXTILE KARANGANYAR


 






                    
Disusun untuk memenuhi tugas semesteran
Mata kuliah : Metode Penelitian Kuantitatif
Dosen :  Drs. Y. Sugeng, M.Sc


Disusun oleh :
Tri hat moko jati pamungkas
D32050 34


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Sosiologi

UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2006


I.    PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
      Motivasi atau dorongan kerja merupakan suatu hal yang sangat penting bagi tinggi rendahnya produktivitas perusahaan. Tanpa adanya motivasi dari karyawati atau pekerja untuk kepentingan perusahaan maka tujuan yg telah ditetapkan tidak akan tercapai. Sebaliknya apabila terhadap motivasi yang sangat besar dari karyawati maka hal tersebut merupakan suatu jaminan atas keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu manajer harus selalu menimbulkan dorongan kerja yang tinggi kepada karyawan dan karyawati untuk melaksanakan tugas-tugasnya
      Dalam upaya memperkembangkan serta meningkatkan motivasi para karyawati, sebaiknya seorang menejer mengetahui hal-hal yang sekiranya dapat mendorong para karyawan untuk mau bekerja keras dengan lebih bersemangat dan bergairah inilah yag disebut motivasi.
      Motivasi yang tepat dan baik akan mampu meningkatkan dan menumbuhkan semangat kerja karyawan, yang pada akhirnya akan tercapai produktivitas kerja yang tinggi sehiggga keuntungan perusahaan maksimal akan tercapai. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia,. Maka perusahaan harus melakukan berbagai upaya antara lain meningkatkan pendidikan dan keterampilan karyawati serta peningkatan kesejahteraan karyawati. Dengan pendidikan yang diperoleh dapat digunakan untuk mencari pengalaman sesuai dengan kemampuan yg dimilikinya. Pada kenyataannya tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam mencari pengalaman.
      Kodratnya kaum perempuan sudah mempunyai peran tradisional dalam keluarga yang paling kodrati. Dalam keluarga wanita adalah sosok orang yang lemah lembut yang dikagumi karena keteladanannya dalam segala hal. Karena keadaan ekonomi yang kurang memungkinkan, wanita dituntut untuk membantu suami dalam mencari nafkah. Dari dua peranan tersebut wanita merupakan orang yang paling berat dalam menjalankan kewajibannya, tapi bagaimanapun juga tidak lepas dari peran penting wanita dalam kehidupan sehari-hari. 
      Banyak perusahaan-perusahaan, organisasi yang membutuhkan tenaga kerja wanita untuk ditempatkan pada posisi-posisi tertentu yang membutuhkan suatu ketelitian, keteladanan dan kesabaran. Sehingga banyak wanita yang bekerja baik yang sudah menikah, baik yang berpendidikan rendah, sedang maupun tinggi. Untuk itu tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk bekerja karena posisi pekerja baik itu tergantung kemampuan mereka sendiri.
            Disamping kehidupan organisasi perusahaan menuntut secara aktif, juga bertujuan untuk melakukan pekerjaan dan bertugas meningkatkan prestasi kerja serta meningkatkan prestasi kerja serta mempertinggi hasil produksi. Hal tersebut dapat dicapai apabila ada kesesuaian antara minat, bakat, jeis pendidikan karyawan dan disiplin kerja karyawan berpengaruh pada produktivitas kerja karyawan serta mencapai tujuan perusahaan. Disektor public kontruksi pekerjaan laki-laki dan perempuan tetap ada. sejalan dengan stereo tip yang melekat pada perempuan bahwa untuk mengorganisasikan serta tidak rasional maka perempuan dianggap tidak pantas untuk menjadi seorang manajer atau ahli tehnik dan peran pengasuh anak. Sedangkan laki-laki dengan stereotipnya kuat perkasa serta rasional akan mendapat cemooh bila melakukan pekerjaan perempuan seperti bekerja disalon, meskipun pada kenyataan banyak laki-laki yang bekerja sebagai piƱata rambut dan rias wajah yang sukses dimasyarakat, laki-laki lebih diharapkan untuk melakukan pekerjaan laki-laki seperti ahli teknik, manajer, pemimpin perusahaan dan lain-lain 
            Karena adanya motivasi untuk mencari pengalaman, mengisi waktu luang, memikirkan pendapatan keluarga dan status sosial keluarga. Oleh karena itu untuk melihat pengaruh dari tingkat pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi kerja karyawati maka penulis mengadakan penelitian yang berjudul “pengaruh tingkat pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi kerja karyawati PT. SAWAHKARUNIA AGUNG TEXTILE KARANGANYAR”
B. Perumusan masalah
Pentingnya masalah adalah untuk mempertegaskan atau menjelaskan agar penelitian yang dilakukan suatu masalah tidak melenceng dari topik dan mengenai pada apa yang dimaksud, sehingga akan memudahkan dalam melakukan penelitian yaitu :
1.      apakah pengaruh tigkat pendidikan terhadap motivasi kerja karyawati?
2.      apakah pengaruh antara jumlah tanggungan kleuarga terhadap motivasi kerja karyawati?
3.      adakah pengaruh antara tingkat pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi kerja karyawan
4.      untuk mengetahui tingkat solidaritas sosial antara perusahaan dengan tenaga kerja
5.      untuk mengetahui tingkat hubungan sosilisasi antara karyawan dengan menejer
C. Pembatasan Masalah
Dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk melengkapi dan mendukung hasil yang lebih baik dan juga agar permasalahan tidak meluas, maka penulis membatasi obeyk data dan hasil penelitian ini adalah terbatasnya pokok permasalahan.

D. Tujuan Penelitian
Setiap penelitian dilakukan oleh siapapun, dalam bidang ilmu pengetahuan pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut sebagai berikut :
1.      untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh tingkat pendidikan terhadap motivasi kerja karyawati
2.      untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi kerja karyawati
3.      untuk mengetahui adanya tingkat sosialisasi karyawati dengan Pt. Perusahaan dan keluarganya
4.      untuk mengetahui ada adan tidaknya hubungan solidaritas sosial antar perusahaan dengan tenga kerja
5.      untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh tingkat pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungngan keluarga terhadap motivasi kerja karyawati
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan akan memberikan subuah manfaat bagi pembaca yaitu :
1.      bagi penulis
untuk memperluas dan dapat memecahkan sebuah permasalahan yang ada
2.      bagi pembaca
penulis berharap hasil penelitian ini dapat menambahkan sebuah ilmu pengetahuan bagi pembaca, dan adapat digunakan dengan sebagaimana semestinya
3.      bagi perusahaan
hasil dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan didalam memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kerja karyawati dan sebagai bahan pertimbangan perusahaan apakah akan menerima tenaga kerja wanita yang  memiliki tanggungan maupun yang tidak memiliki tanggungan                   
 
II. LANDASAN TEORI
  1. Motivasi
  1. pengertihan motivasi kerja
manusia merupakan makhluk sosial yang mempunyai kebutuhan hidup, perasaan dan keinginan. Kerja adalah aktivitas dasar dan dijadikan bagian esensial dari kehidupan.
Ada beberapa pengertihan motivasi menurut beberapa ahli :
  1. motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang berkeinginan induvidu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan “ T. Hani Handoko, 1997 : 169”
  2. motivasi adalah tenaga dari diri manusia yang mendorong bertindak suatu proses yang berlangsung dalam diri seseorang “ Pasaribu dan simanjutak, 1984 : 4”
  1. Fungsi Motivasi
Menurut Sardiman AM (1996 : 85) yaitu :
  1. motivasi mendorong manusia untuk berbuat dan bertindak. Motivasi itu berfungsi sebagai motor yang memberikan energi (kekuatan) kepada seseorang untuk melakukan sesuatu
  2. motivasi menentukan arah perbuatan yaitu kearah perwujudan suatu tujuan dan cita-cita
  3. motivasi menyeleksi perbuatan artinya menentukan perbuatan-perbuatan mana yang haruis dilakukan yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyampingkan perbuatan yang tidak bermanfaat
  1. Cara Meningkatkan Motivasi
Dalam menumbuhkan dan mengembangkan motivasi, seorang menejer harus mengetahui hal-hal yang sekiranya dapat mendorong para karyawati untuk meu bekerja lebih bersemangat. Apabila suasana kerja dalam perusahaan sehat dan nyaman maka sendirinya semangat kerja akan terwujud sehigga produktivitas akan meningkat. Hal ini akan berhasil apabila ditunjag dengan pemberian upah atau gaji. Kesejahteraan lingkungan yang konduktif dan pimpinan kepada bawahan.
Jadi faktor motivasi kerja sebagai berikut :
  1. upah atau gaji
  2. kesejahteraan
  3. lingkungan perusahaan
 
  1. Pendidikan
Pengertihan pendidikan
Pendidikan adalah bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan. Dalam kehidupan bermasyarakat, pendidikan dapat terjadi dengan tidak mengenal batas usia maupun muda akan selalu memerlukan pendidikan. Oleh karena itu pendidikan sangat berguna bagi manusia sebagai pribadi maupun bagi masyarakat, bangsa dan negara.
      Menurut arti bahasanya pendidikan berasal dari bahasa Yunani “Paedagogie”. Ini adalah kata majemuk yanhg berasal dari kata “poes” yang berarti anak kata “aga” yang berarti aku membimbing. Jadi “Paedagogie” berarti aku membimbing anak.
Menurut Beals dan haijer (1986 : 19)  pengertihan pendidikan sebagai berikut :
Pendidikan adalah suatu proses yang panjang dan mencakup keseluruhan yang dipelajari baik secara formal maupun non formal yang menghasilkan kebudayaan baik individual, membentuk kepribadiannya dan sosialisasi dirinya yang keseluruhannya melengkapi diri untuk hidup sebagai masyarakat.
      Sedang arti pendidikan menurut UU RI No. 20 tahun 2003 :
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.     
  1. Solidaritas Sosial
menurut “EMILE DURKEIM”
“bahwa solidaritas sosial menunjukkan suatu hubungan antara karyawati yang didasarkan  pada peran perasaan dan kepercayaan yang dianut bersama kemudian diperkuat oleh emosional atau pengalaman bersama”.
  1. Jumlah Tanggungan Keluarga
  1. pengertihan keluarga
bagi orang yang belum menikah, dia tidak memiliki tanggungan atau beban keluarga sedangkan orang yang sudah menikah memiliki tanggungan yang besar untuk keluarganya.
Menurut “ Maryhn M. Friedman” (1998 : 5) Keluarga adalah suatu unit sosial yang paling kecil yang mentransmisikan tuntutan-tuntutan dan nilai-nilai dari suatu masyarakat yang dilestarikan.

 
  1. pengertihan karyawati
kemajuan dan perkembangan dibidang pendidikan dan kebudayaan sekarang ini, telah banyak berubah pola pikir dan perilaku masyarakat kita, terutama kaum wanita
  1. Hubungan Tingkat Pendidikan, pendapatan dan jumlah Tanggungan Keluarga dengan Motivasi Kerja.
Perusahaan pada hakekatnya memiliki tujuan untuk meningkatkan motivasi kerja. Hal ini tidak akan terlepas dari peranan manajer sebagai pimpinan perusahaan. Dalam penerimaan karyawan harus memperhatikan tingkat pendidikan seorang karyawan maka dia akan memiliki pengetahuan atau wawasan yang lebih luas dan memahami pekerjaa yang menjadi tanggung jawabnya. Semakin tinggi tingkat pendidikan tingkat motivasi kerja karyawati maka semakin tinggi pula tingkat pendapatan seorang karyawati dan karyawan akan berusaha untuk mempertahankan pendapatannya dengan meningkatkan motivasi kerja. Dengan pendapatan yang tinggi maka karyawati dapat memenuhi kebutuhan keluarganya yang merupakan tanggungan keluarga yang harus ditanggung sehingga dia harus menjaga profesi kerjanya dengan baik.
      Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga mempunyai hubungan yang erat dengan motivasi kerja dalam suatu perusahaan.  
  1. Kerangka Pemikiran






 

Tingkat pendidikan
-          pendidikan dasar                      tingkat pendidikan             jumlah tanggungan keluarga
-          pendidikan menengah                  -  gaji/upah                        -   daftar kartu keluarga
-          pendidikan tinggi











 


             Motivasi Kerja
§  kebutuhan
·         upah/ gaji
§  kesejahteraan
§  lingkungan kerja
 

keterangan
X1  : tingkat pendidikan karyawati
X2 : tingkat pendidikan karyawati
X3 : jumlah tanggungan keluarga
Y   : motivasi kerja karyawati
  1. Hipotesis  
Berdasarkan teori-teori diatas maka dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut :
  1. ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap motivasi kerja karyawati
  2. ada pengaruh tingkat pendapatan terhadap motivasi kerja karyawati
  3. ada pengaruh jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi kerja karyawati.
  4. ada pengaruh tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi kerja karyawati.
  1. Metode Penelitian 
a.      Pengertihan Metode Penelitian  
Untuk membuktikan adanya suatu kebenaran dari suatu penelitian perlu digunakan suatu metode Penelitian
Metode Penelitian adalah suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran untuk pengetahuan, usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah, ilmu yang membicarakan tentang metode dan ilmu untuk penelitian. (Sutrisno Hadi, 1980 : 3)
b.      Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (1999: 32) mendenifisikan “ variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, subyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan “
Dalam penelitian ini terdapat empat variabel yang akan diteliti yaitu tiga variabel bebas dan satu variabel terikat :
1.      tingkat pendidikan (independent variable) diberikan simbol (X1)
2.      tingkat pendapatan (independent variable) diberikan simbol (X2)
3.      jumlah tanggungan keluarga sebagai variabel bebas (independent variabel)
4.      motivasi kerja karyawati sebagai variabel terikat atau tidak bebas (dependent variable) diberi simbol (Y)
c.       Metode Pengumpulan Data
Didalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan metode sebagai berikut :
  1. Metode Angket
Metode yang daftar isinya berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus diisi atau dijawab oleh orang yang menjadi sasaran Angket ( Suharsini Arikunto, 1993 : 24).
  1. Metode Observasi
Metode dengan cara pengamatan dan pencatatan secara sistematik mengenai fenomena yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung.
  1. Metode Dokumentasi
Adalah dokumen sebagai bahan klasik untuk meneliti perkembangan historis yang khususnya biasanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang apa, kapan dan dimana (Koentjaraningrat, 1989 : 89).
Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
  1. Sejarah singkat PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar
  2. Struktur Organisasi PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar
  3. Arsip ijasah pendidikan karyawat
  4. Realisasi pendapatan karyawati tahun 2003/ 2004
  5. Arsip daftar Kartu Keluarga (KK) karyawati.
d.      Teknik Uji Prasyarat Analisis
1. Uji Normalatif
Uji normalatif digunkan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang, maka uji normalatif menurut Sudjana MA (1992 : 446) dengan :
                   
Rumus Z1 =  X1  - X
                            S
e.       Teknik Aalisa Data
Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi ganda. Maksud penggunaan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh serentak variabel independent (tingkat pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga) (motivasi kerja), dan selanjutnya untuk dapat membuktikan ada tidaknya pengaruh tersebut maka digunakan analisis regresi berganda :
Rumus :                                r122 + r132 – 2 (r12 r13 r23)
                        R 1.232  =     
                                                            1 – r 232

Catatan rumus diatas adalah R 2, akar kuadaratnya adalah R .
R1.232 = koefesien ganda antara X1 dan gabungan antara X2 dan X3
Uji signifikansi
Dilihat tabel C dibuat oleh Drs. Y. Slamet, M. Sc, 1993 (135-138)
Dengan 3 variabel nilai kritis untuk p :  0,05 adalah 0,198 dan p : 0,01 adalah 0,244. maka untuk R : 0,606

III.           Kesimpulan Dan Saran
  1. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
  1. Tingkat pendidikan merupakan faktor yang penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan membekali seseorang untuk mengambil keputusan yang benar atau paling tidak berdasarkan pertimbagan yang baik. Demikian juga dalam bekerja, karyawan yang pendidikannya relatif baik sadar akan tanggung jawabnya sehingga akan bekerja lebih baik.
  2. Pendapatan akan menjadi motivasi untuk memperoleh pekerjaan. Setiap karyawan berharap memperoleh pendapatan maksimal dan  pekerjaan yang mereka selesaikan sehingga tidak jarang karyawan lembur untuk memperoleh hasil yang lebih besar dan memuaskan
  3. Jumlah anggota keluarga menjadi tanggungan karyawan mempengaruhi giat tidaknya karyawan tersebut bekerja. Motivasi kerja karyawan yang jumlah tanggungan keluarganya lebih banyak, biasanya lebih tinggi dibandingkan karyawan yang jumlah tanggungan keluarganya lebih sedikit   
  1. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas penulis dapat memberikan sebuah saran sebagai berikut :
  1. perusahaan hendaknya memperhatikan bahwa faktor-faktor pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga mempunyai pengaruh dan signifikan. Hal ini berarti dengan memberikan treatment pada ketiga faktor tersebut motivasi kerja karyawan dapat ditingkatkan dan perusahaan akan memperoleh keuntungan dari kinerja yang meningkat.
  2. Perusahaan hendaknya tidak mengabaikan faktor lain seperti masa kerja, lingkungan kerja dan usia. Karena diluar ketiga faktor yang menjadi variabel penelitian masih banyak faktor lain yang berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan.  








Lampiran Pertanyaan
A.    IDENTITAS RESPONDEN
  1. nomer responden         :
  2. nama responden          :
  3. umur responden          :
  4. jenis responden           :
  5. status responden         :
  6. pekerjaan                     :
  7. pendidikan                  :
  8. pendapatan/ gaji          :
B.  MOTIVASI RESPONDEN
1.      Anda masuk dan bekerja di PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar karena apa?
2.      Anda bekerja di PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar mendapat gaji berapa?
3.      Apakah anda sudah mengalami kerja lembur? Untuk apa?
4.      Apakah anda puas diberi upah yang telah ditetapkan PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar
C.  HUBUNGAN SOSIALISASI
1.      apakah menejer PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar sangat akrab dengan para pekejanya?
2.      apa menejer di PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar sangat memperhatikan kesejahteraan tenaga kerjanya?
3.      dengan cara bagaimana menejer di PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar menyejahterakan tenaga kerjanya?
4.      apakah anda senang dangan pimpinan anda?
D. TINGKAT PENDIDIKAN
1.      kebanyakan tenaga kerja yang masuk di PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar lulusan apa?
2.      apakah lulusan pendidikan itu bisa mempengaruhi gaji atau upah tenaga kerja di PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar?
3.      biasanya tenaga kerja yang dibutuhkan oleh PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar minimal lulusan apa?
4.      Apakah pendidikan menejer anda lebih tinggi dari pendidikan anda?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar