Kamis, 05 April 2012

Sosiologi Perkotaan


TUGAS SOSIOLOGI PERKOTAAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Mid Semester
Mata Kuliah Sosiologi Perkotaan






Disusun Oleh :
Tri Hatmoko Jati Pamungkas
D3205034




JURUSAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2007


RESUME
PERPINDAHAN GOLONGAN MISKIN KOTA

LATAR BELAKANG
Pertumbuhan konsentrasi penduduk di kota-kota besar terjadi dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kinsley Davis (Breese, 1968 : 15) mencatat, misalnya bahwa pertumbuhan penduduk perkotaan di 34 negara sedang berkembang di dunia ketiga tahun 1940-an dan 1950-an mencapai angka rata-rata 4,5% per tahun (dengan variasi regional sebesar 4,7% untuk tujuh negara di Afrika, 15 negara Asia dan 4,3% untuk 12 negara di Amerika Latin), jauh lebih tinggi dari angka pertumbuhan 2,1% yang di alami negara-negara Eropa pada paro kedua abad XIX ketika negara-negara Eropa berada padatingkat perkembangan yang sama. Pada saat yang sama, pertumbuhan kota-kota tersebut ternyata tidak diikuti dengan kecepatan yang sebanding oleh pertumbuhan industrialisasi.
Dunia kontemporer telah mengalami perubahan yang dramatis, di mana masalah sosial ekonomi, politik, ekonomi dan lingkungan dipahami dan dijelaskan secara global. Dalam hal ini, urbanisasi di dunia ketiga dipahami dalam konteks akibat adanya proses sosial-ekonomi dan politik global. Prespektif logis analisis ini dikembangkan dengan dihubungkan pada perubahan sosio-ekonomi dunia dan dinamika mikro ekonomi, maka arena yang lebih luas dari ekonomi global dipengaruhi individu, keluarga, komunitas politik dan lainnya merupakan bagian dari proses perubahan.
Penelitian lai tentang struktur pekerjaan kota telah dilakukan oleh Evers (1980 dan 1991). Studi Evers tentang pasar tenaga kerja kota di Jakarta yang dimulai dari masalah penting perkembangan kota di negara-negara dunia ketiga, yaitu keterbelakangan kota. Adanya proses keterbelakangan ditandai dengan kehadiran ekonomi informal dan produksi subsistem. Pada sector informal ia mengenalkan bahwa aktivitas ekonomi informal berhubungan dengan ekonomi formal serta mempunyai sumbangan terhadap perkembangan ekonomi Jakarta secara keseluruhan.
Banyaknya kelompok yang tidak mampu mencapai hidup standar secara normal di kota-kota menjadikan tumbuhnya pemukiman liar (squatter settlement) yang tak tertata in order) dan bahkan pada terbentuknya wilayah kumuh (slum area). Menurut perkiraan, pada tahun 1987 kurang lebih 1 milyar penduduk perkotaan dunia berdiam di rumah-rumah yang kurang layak dan di negara sedang berkembang pada periode 1987-2000 bertambah sejumlah kurang lebih 750 juta orang yang harus ditampung oleh perkotaan yang telah padat dengan slum dan squatter.

TEORI
Dalam penelitian ini, penulis menggunakanteori migrasi yang di kemukakan oleh Gumilar Rusliwa Sumantri dalam mengkaji pola migrasi dalam kota di pemukiman liar Kentingan RT 01 RW XVII, Jebres, Surakarta. Teori yang menjelaskan bahwa migrasi penduduk merupakan proses sosial yang harus dipahami dan digambarkan secara menyeluruh yaitu mengenai mengapa migrasi terjadi bagaimana proses migrasi dan apa dampak migrasi  bagi perkembangan suatu kota. Teori inilah yang penulis pergunakan sebagai penddekatan untuk menjawab persoalan mengenai pola migrasi dalam kota dengan melihat proses pembentukan pemukiman liar Kentingan.
Relevensi yang ada antara hasil penelitian dengan teori tersebut adalah bahwa keberadaan pemukiman Kentingan belum memperoleh pengakuan legal formal dari pemerintah setempat serta tidak dapat kelengkapan ijin pertanahan sehingga dapat dikatakan liar.Dilihat dari status social ekonomi migrant pemukiman Kentingan dihuni oleh penduduk golongan miskin kota yang hidup dengan keadaan dan fasilitas alakadarnya. Migrasi yang terjadi pun secara bersamaan, baik oleh kaum migran yang asli dari surakarta ataupun migrant yang merupakan kelahiran luar kota Surakarta tetepi telah lama tinggal dan menetap di Surakarta. Pola migrasi dalam kota di pemukuman Kentingan sesuai dengan penjelasan pola migrasi dalam kota dari Gumilar yang meliputi perpindahan tempat tinggal migrant antar komunitas dalam batas wilayah satu kota bersangkutan. 
METODE PENELITIAN
1              Lokasi Penelitian
Penelitian tentang fenomena pemukiman baru dilakukan di pemukiman baru RT 01 RW 17 Kentingan, Jebres Surakarta, Pemilihan daerah penelitian ini didasari alasan karena adanya pemukiman baru di daerah tersebutdan dalam pembentukan pemukiman baru itu melibatkan trjadinya proses perpindahan penduduk miskin kota.
2              Bentuk Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif (descriptive research), dimana dalam penelitian ini disajikan pencandraan secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat satuan kajian atau daerah tersebut dengan maksud untuk menggambarkan data tentang masyarakat pemukiman yang terjadi, perubahan kualitas kehidupan dan kelangsungan hidup di pemukiman Kentingan.
3              Sumber Data
        Menurut lofland and lofland (1984:47) sumber data utama dalam penelitin kualitatif ialah kata-kata atau tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama. Sumber data utama dicatat melalui catatan tertulis atau melalui wawancara atau pengamatan merupakan hasil gabungan dari kegiatan melihat, mendengar, dan bertanya, Pada penelitian kualitatif, kegiatan-kegiatan ini dilakukan secara sadar, terarah dan senantiasa bertujuan memperoleh suatu informasi yang diperlukan.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori migrasi yang dikemukakan oleh Gumelar Rusliwa Sumantri dalam mengkaji pola migrasi dalam kota di pemukiman liar kentingan RT 01 RW XVII, Jebres, Surakarta. Teori iyang menjelaskan bahwa migrasi penduduk merupakan proses sosial yang dinamis dalam masyarakat menekankan bahwa migrasi sebagai proses sosial yang harus dipahami dan digambarkan seara menyeluruh yaitu mengenai mengapa migrasi terjadi, bagaimana proses migrasi dan apa dampak migrasi bagi perkembangan suatu kota. Teori inilah yang penulis pergunakan sebagai pendekatan untuk menjawab persoalan mengenai pola migrasi dalam kota dengan melihat proses pembentukan pemukiman liar Kentingan.
Relevansi yang ada antara hasil penelitian dengan teori tersebut adalah bahwakeberadaan pemukiman Kentingan belum memperoleh pengakuan legak\l formal dari pemerintah setempat serta tidak terdapat kelengkapan izin pertanahan, sehingga dapat dikatakan liar. Dilihat dari status sosial ekonomi migran pemukiman Kentingan dihuni oleh penduduk golongan miskin kota yang hidup dengan keadaan dan fasilitas alakadarnya. Migrasi yang terjadipun secara bersamaan baik oleh kaum migran yang asli dari Surakarta ataupun migran yang merupakan kelahiran luar kota Surakarta tetapi telah lama tinggal dan menetap di Surakarta. Pola migrasi dalam kota di pemukiman Kentingan sesuai dengan penjelasan pola migrasi dalam kota dari Gumelar yang meliputi perpindahan tempat migran antar komunitas dalam batas wilayah satu kota bersangkutan.

HASIL PENELITIAN
Dalam penelitian mengenai pola migrasi dalam kota pemukiman Kentingan yang telah dilaksanakan ini, dapat diketahui beberapa hal penting menyangkut pola migrasi yang terjadi dan proses pembentukan pemukiman. Hal-hal penting tersebut juga mencakup keberadaan status pemukiman yang sampai saat ini belum jelas. Dalam proses perjuangan warga pemukiman untuk mendapatkan pengakuan secara hukum dari pemerintah kota Surakarta, tetapi tangapan Pemkot Surakarta pun belum memberikan pengakuan legal formal. Selanjutnya masalah status tanah di pemukiman justru menjadi sumber konflik yang berkepanjangan, baik dengan pihak pemerintah kota maupun dengan pemilik sertifikat tanah. Sehingga pemukiman Kentingan merupakan salah satu bentuk pemukiman liar yang terdapat di Surakarta.
Dari hasil penggalian dan analisis data yang dilakukan selama proses penelitian, maka penulis dapat menyimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1.      Pola migrasi dalam kota yang terjadi di pemukiman Kentingan adalah dilakukan oleh masyarakat golongan miskin kota dengan karakteristik tingkat pendidikan, skill dan penghasilan yang rendah, bekerja pada sektor formal dan hidup dengan kondisi ala kadarnya. Golongan miskin tersebut pindah secara bersama-sama dalam menempati wilayah di tanah Kentingan. Sedangkan secara administratif mayoritas hasil dari kecamatan Jebres. Mereka yang telah bermigrasi ke pemukiman Kentingan tetap melakukan migrasi ulang alik ke daerah asal untuk mencukupi kebutuhan hidup
2.      Pembentukan pemukiman diawali sejak kegagalan masyarakat menempati tanah Pendaringan, karena tanah tersebut diklaim sebagai tanah milik aset daerah. Secara konsep proses penempatan di pemukiman liar Kentingan adalah proses invasi, karena kelompok masyarakat tersebut adalah golongan miskin kota yang berpindah menempati wilayah kosong di tanah kentingan. Lebih lanjut muncul kesadaran bersama yang senasib sepenanggungan sampai pada munculnya gerakan pembangunan dan koordinasi yang bersifat swadaya menuju perbaikan keadaan.

DAFTAR PUSTAKA

Alan Gilbert & Josef Gugler, Urbanisasi dan Kemiskinan di Dunia ke Tiga Penerbit Tiara Wacana, Yogyakarta, 1996
Gumilar Rusliwa Somantri, Migration Within, City, Disertasi di Biefield University, 1995.
Moleong, Lexy,  Metode Penelitian Kualitatif. Rosdakarya, Bandung, 1991
Ritzer, George, Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda, CV. Rajawali, Jakarta, 1985
Thudipara Jacob Z, Urban Community Development, Rawat Publications, Jaipur and New Delhi, 1993.
Titorpe, J.E. Gold. Sosiologi Dunia ke Tiga Kesenjangan dan Pembangunan, PT. Gramedia, Jakarta. 1992.
JIS, Edisi IV, Tumbuhnya Pemukiman-pemukiman liar di Daerah Perkotaan Sebagai Akibat Dari Urbanisasi yang Tinggi. Siswono Judohusodo, 1999
Dorojatun Kutjoro Jakti, Kemiskinan di Indonesia, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta 1986



Sosiologi Auguste Comte (1798-1853). Perubahan sosial


Sosiologi Auguste Comte (1798-1853). Perubahan sosial.
Augus comte pertama-tama memakai istilah sosiologi adalah orang pertama membedakan antara ruang lingkup dan isi sosiologi dari ruang linkup dan isi ilmu pengetahuan lainnya. Dia menyusun suatu sistematika dari filsafat sejarah, dalam kerangka tahap-tahap pemikiran yang berbeda-beda. Menurut comte ada tiga tahap perkembangan intelektual, masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumnya. Tahap pertama dinamakannya tahap teologis yaitu dengan kekuatan-kekuatan yang dikendalikan oleh roh-roh dewa-dewa atau tuhan yang maha kuasa. Penafsiran ini penting bagi manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang memusuhinya dan untuk melindungi dirinya Dari faktor-faktoryang tidak terduga timbulnya.   
            Tahap kedua yang merupakan perkembangan dari tahap pertama adalah tahap metafisik. Pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapan. Pada tahap ini manusia masih terikat oleh cita-cita tanpa verifikasi, oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam. Hal yang terakhir inilah yang merupakan tugas ilmu pengetahuan positif, yang merupakan tahap ketiga atau tahap terakhir dari perkembangan manusia.
            Gagasan tentang adanya ketiga tahap tersebut, walaupun merupakan suatu fiksi akan tetapi hal itu membarikan penerangan terhadap pikiran manusia, serta secara psikologis merupakan suatu perkembangan yang penting. Ketiga tahap tadi dapat memenuhi pikiran manusia pada saat yang bersamaan, dimana kadang-kadang timbul pertentangan-pertentangan. Pertentangan-pertentangan tersebut sering kali tidak didasari manusia. Secara logis, maka dalam masa industri tersebut akan terjadi perdamaian yang kekal. Itulah asumsi comte. Oleh karena tahap-tahap sebelumnya ditandai dengan adanya masa perbudakan dan milisterisme yang penuh dengan pertikaian.
            Menurut Comte dengan ilmu pengetahuan bersifat positif, apabila ilmu pengetahuan tersebut memusatkan perhatian pada gejala-gejala yang nyata dan konkrit, tanpa ada halangan dari pertimbangan-pertimbangan lainnya. Dengan demikian, maka ada kemungkinan untuk memberikan penilaian terhadap berbagai cabang ilmu pengetahuan dengan jalan mengukur isinya yang positif, serta sampai sejauh mana ilmu tadi dapat mengungkapkan kebenaran yang positif. Hirarki atau tingkatan ilmu-ilmu pengetahuan menurut tingkat pengurangan generilitasdan penambahan kompleksitasnya adalah sebagai berikut :
a.       matematika
b.      astronomi
c.       fisika
d.      biologi dan
e.       sosiologi
hal yang menonjol dari sistematika comte adalah penilaiannya terhadap sosiologi yang merupakan ilmu pengetahuan yang akan berkembang dengan pesat sekali. Sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan paling kompleks. Sosiologi merupakan studi yang positif. Comte kemudian membedakan antara sosiologi statis dengan sosiologi dinamis.
            Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar dari adanya masyarakat. Studi ini merupakan semacam anatomi sosial yang mempelajari aksi-aksi dan reaksi timbal balik dari sistem-sistem sosial. Cita- cita dasar yang menjadi latar belakang sosiologi statis adalah bahwa semua gejala sosial saling berkaitan, yang berarti bahwa percuma untik mempelajari gejala sosial secara tersendiri. Unit sosial yang penting bukanlah induvidu tetapi keluarga yang bagiannya terikat oleh simpati. Agar suatu masyarakat berkembang maka simpati harus diganti dengan kooperasi, yang hanya mungkin ada apabila terdapat pembagian kerja.
            Menurut Comte masyarakat harus diteliti atas dasar fakta-fakta obeyktif dan dia juga menekan pentingnya penelitian-penelitian perbandingan antara berbagai masyarakat yang berlainan. Sedangkan sosial dinamik meneropong bagai man lembaga-lembaga itu berkembang. Perkembangan tersebut pada hakekatnya melewati tiga tahap adalah
  1. tahap teologis ialah tingkatan pemikiran manusia bahwa semua benda didunia ini mempunyai jiwa.
  2. tahap metafisis ialah tahap yang masih percaya kekuatan-kekuatan
  3. tahap positif ialah tahap dimana manusia sudah berfikir secara ilmiah.
Perubahan sosial menurut Auguste Comte
            Bahwa perubahan sosial itu merupakan sembilan dari gejala yang dapat melekat dalam setiap masyarakat yang dinamis. Dia selalu mengikuti perubahan sosial dari material maupun yang non material merupakan suatu ide atau pemikirannya.
            Perubahan sosial yang menuju kemasyarakat yang modern akan mengakibatkan masyarakat tersebut mengalami berbagai goncangan sebab perubahan sosial yang modern mengakibatkan pola-pola tradisi yang dimiliki masyarakat dahulu akan menjadi hilang. Contoh perubahan sosial adalah adanya alat untuk untuk mengelola bahan bangunan jadi kegotong-royongan antar masyarakat sangat berkurang.
            Perubahan sosial dan teori sosiologi klasik
Perubahan sosial sebagai salah satu perhatian utama dari teori sosiologi kedua ini dapat memproyeksikan manusia kedepan atau modern. Dampak industrilisasi itu sangat berpengaruh bagi pengembangan masyarakat.
            Era globalisasi
Karena semua arus informasi sangat cepat waktu diterima. Comte Cuma melihat mentalitas budaya saja karena sebelumnya memberi sumbangan untuk mencapai positivis. Mentalitas budaya ialah arti, nilai, norma, dan symbol-simbolnya. Dalam satu contoh dalam keluarga ada yang berduka maka saudaranya jangan bergembira.
            Auguste Comte membuat suatu penyajian masyarakat itu berdasarkan tiga tahap.
Kebudayaan ideasional
Mentalitas budaya                                                       Indrawi
Campuran
Kebudayaan ideasional ialah kebudayaan yang menitik beratkan pada arwah atau nirwana sehingga manusia tidak bisa memikirkan dunia yang seperti ini.
Dinirwana ada sesuatu yang kekal suatu yang kekal itu bukan materiil, ia membagi kebudayaan ideasional. Dunia nirwana tidak memikirkan supaya orang dapat diresap pada dunia asketik ( mengurangi hal-hal yang materiil )

     
TEORI SOSIOLOGI KLASIK
Pendapat
AUGUSTE COMTE














Disusun untuk memenuhi tugas semesteran
Mata kuliah : teori sosiologi klasik
Dosen : Bpk. Drs. Th. A. Gutama


  Disusun oleh :
Tri Hatmoko Jati Pamungkas
D3205034
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Sosiologi

UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2006
 Pendahuluan
A.     latar belakang
menyususn paper ialah sebuah pekerjaan bagi setiap mahasiswa untuk mendapatkan sebuah ilmu pengetahuan dalam Falkutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Sebelas Maret Surakarta 2006. Semua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik diwajibkan harus dapat menyusun makalah sebagai pemantapan sebuah teori yang diberikan oleh setiap dosen.
      Dalam penyusunan paper teori sosiologi klasik menurut Auguste Comte ini penulis dapat mengerjakannya mahasiswa harus berperan aktif mencari sebuah buku digedung perpustakaan fisip. Penulis ini menyusun sebuah paper  ini sebagai bahan tugas yang telah diberikan oleh dosen. Dalam penyusunan paper ini mahasiswa harus mencari tempat yang telah memenuhi syarat untuk menyusun sebuah paper bagi mahasiswa jurusan sosiologi.
      Pencapaian berakhirnya dalam penyusunan sebuah paper ini ditentukan oleh struktur dari buku-buku sosiologi yang telah memberikan beberapa gambaran tentang suatu teori sosiologi klasik.
B.     Perumusan masalah.
Bagaimana dalam penyusunan paper teori sosiologi klasik menurut Auguste Comte maka dapat dirumuskan permasalahan yang telah disusun sebagai berikut :   
    1. adakah hubungan Comte dengan perkembangan ilmu sosiologi.
    2. adakah hubungan Comte dengan obeyk sosiologi
    3. adakah hubungan Comte dengan perkembangan intelektual dan tahap-tahap perkembangan.
C.     Tujuan masalah.
a.       Untuk menambah ilmu dalam bidang ilmu sosiologi dari Auguste Comte tentang perkembangan ilmu sosiologi.
b.       untuk mengetahui seberapa kemampuan siswa untuk melakukan pembuatan suatu makalah.
c.       Menjelaskan bagaimana ilmu sosiologi berkembang dimasyarakat menurut Auguste Comte  

PENUTUP

Berakhirnya penyusunan sebuah paper ini diperpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta adalah sebuah harapan kami untuk bisa menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki. Sebelumnya saya mengucapkan syukur allhammdulililah kepada ALLAH swt bahwa saya bisa menyelesaikan paper tentang perubahan sosial Auguste Comte dengan tidak ada halangan sedikitpun. Disamping itu dalam penyusunan paper ini penulis memperoleh gambaran paper yang berkaitan tentang perubahan sosial           
     
Selanjutnya dengan telah selesainya penyusunan sebuah paper tentang perubahan sosial pendapat Auguste Comte yang dilakukan digedung perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unuversitas sebelas Maret Surakarta, maka penulis dapat memberikan kesimpulan dan saran-saran sebagai berikut :

  1. Kesimpulan
Dalam suatu perubahan sosial menurut Auguste comte adalah perubahan yang sangat amat menghancurkan sebuah adat istiadat yang telah dimiliki sejak jaman dahulu. Perkembangan industri sangat baik oleh masyarakat tetapi dari dampak yang negative ke masyarakat juga banyak misalnya polusi air, polusi udara dll.

  1. Saran-Saran
  1. dalam menyusun paper ini hendaknya pihak pembimbing mata kuliah berperan aktif untuk membimbing setiap pelaksanaan menyusun paper agar tidak menyimpang dari rencana yang ada.
  2. hendaknya mahasiswa sebelum menyusun paper yang berisi perubahan sosial dari Auguste Comte  harus mengetahui apa komponen-komponennya dalam peper perubahan sosial pendapat Comte
  3. setiap mempunyai masalah dalam penyusunan paper perubahan sosial Auguste Comte hendaknya membaca dan menganalisis buku-buku yang sudah disediakan diperpustkaan UNS Surakarta.  

                                                Daftar Pustaka

-          Bell George, 1896. The Positive Philosophy. London
                        Ramlan, M. 1985. Tata Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Andi Offset




Kata pengantar

Kami sangat berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang telah melimpahkan rahmat sehingga paper perubahan sosial menurut Auguste Comte saya selesaikan dengan baik dan tidak ada hambatan.
Dengan adanya paper perubahan sosial pendapat  Auguste Comte ini diharapkan para pembaca dapat memperkaya pengetahuan tentang perubahan sosial pendapat  Auguste Comte.
Kami berterima kasih atas bantuan dari dosen pengampu dan teman-teman yang telah memberi bantuan kepada kami tentang penyusunan paper ini, dan kami mengucapkan terima kasih terhadap bapak Dosen mata kuliah teori sosiologi klasik yang telah memberikan petunjuk dalam pembuatan sebuah paper tentang perubahan sosial ini.
Kami juga menyadari atas kekurang sempurnaan didalam paper ini. Hal ini disebabkan karena manusia tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Suatu kehormatan apabila para pembaca memberi masukan yang bersifat membangun. Terima kasih.


                                                                               Surakarta, 2 juni 2006

                                                                                    Tri Hatmoko JP   


Perubahan sosial menurut saya adalah
Perubahan sosial adalah perubahan yang secara menyeluruh yang didasarkan atas perkembangan jaman yang terus menerus modern, maka Negara dan masyarakat akan mengalami maju yang sangat pesat atau modern.
Tetapi didalam masyarakat ada yang senang kalau perubahan sosial itu terjadi karena didalam masyarakat yang dulu sangat primitive sekarang sudah bisa maju dengan teknologi yang sangat canggih, selain itu ada sebagian masyarakat yang tidak setuju atau senang terhadap perubahan sosial yang masuk dimasyarakat karena dapat merusaknya nilai moral yang dimiliki masyarakat yang semestina itu baik sekarang jadi tidak pantas untuk dipandang  ada juga  perubahan yang mengakibatkan perusakan lingkungan contoh perubahan sosial terhadap industri jadi linkungan masyarakat menjadi dampak tersebut yaitu pencemaran udara karena asap pabrik dan pencemaran air karena air limbah pabrik dll.
            Menurut saya filosofis itu merupakan suatu data yang satu-satunya kebenaran jadi data tersebut saya sangat menganggap dengan benar dan tidak salah karena Auguste Comte merupakan bapak yang pertama dalam menemukan sebuah sosiologi itu apa?. Jadi kebenaran tentang filosofis itu merupakan data yang saya anggap sangat benar kenapa karena data tersebut menurut kenyataan coba bayangkan anda sendiri kalau kenyataan tersebut tidak ada maka kesimpulanpun akan berhasil untuk pembuatan data yang spesifik.
            Perubahan sosial yang dapat deterima oleh masyarakat itu yang realitas spesifik yang artinya tidak saling merugikan jadi masyarakat itu masih menjalin adat istiadatnya untuk mengormati leluhurnya sebagai nenek moyangnya.
            Semua orang beranggap bahwa perubahan sosial itu jalan terbaik untuk kita kaya Karena semua sudah modern sebenarnya itu betul Karena kalau kita Negara tidak mengalami perubahan sosial secara menyeluruh maka Negara kita akan dikucilkan oleh negara-negara lain Karen dianggap Negara kita kurang mampu untuk membeli sebuah alat yang modern yang Negara lain punya.
            Sebenarnya perubahan sosial suatu rencana untuk meningkatkan kulitas dan kuantitas manusia jadi manusialah yang dapat mengontrolnya sebagai wahana yang bermanfaat dan baik demi Negara kita.

PRPROSAL PENELITIAN PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PENDAPATAN DAN JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWATI PT. SAWAHKARUNIA AGUNG TEXTILE KARANGANYAR


PRPROSAL PENELITIAN

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PENDAPATAN DAN JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI
KERJA KARYAWATI
PT. SAWAHKARUNIA AGUNG TEXTILE KARANGANYAR


 






                    
Disusun untuk memenuhi tugas semesteran
Mata kuliah : Metode Penelitian Kuantitatif
Dosen :  Drs. Y. Sugeng, M.Sc


Disusun oleh :
Tri hat moko jati pamungkas
D32050 34


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Sosiologi

UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2006


I.    PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
      Motivasi atau dorongan kerja merupakan suatu hal yang sangat penting bagi tinggi rendahnya produktivitas perusahaan. Tanpa adanya motivasi dari karyawati atau pekerja untuk kepentingan perusahaan maka tujuan yg telah ditetapkan tidak akan tercapai. Sebaliknya apabila terhadap motivasi yang sangat besar dari karyawati maka hal tersebut merupakan suatu jaminan atas keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu manajer harus selalu menimbulkan dorongan kerja yang tinggi kepada karyawan dan karyawati untuk melaksanakan tugas-tugasnya
      Dalam upaya memperkembangkan serta meningkatkan motivasi para karyawati, sebaiknya seorang menejer mengetahui hal-hal yang sekiranya dapat mendorong para karyawan untuk mau bekerja keras dengan lebih bersemangat dan bergairah inilah yag disebut motivasi.
      Motivasi yang tepat dan baik akan mampu meningkatkan dan menumbuhkan semangat kerja karyawan, yang pada akhirnya akan tercapai produktivitas kerja yang tinggi sehiggga keuntungan perusahaan maksimal akan tercapai. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia,. Maka perusahaan harus melakukan berbagai upaya antara lain meningkatkan pendidikan dan keterampilan karyawati serta peningkatan kesejahteraan karyawati. Dengan pendidikan yang diperoleh dapat digunakan untuk mencari pengalaman sesuai dengan kemampuan yg dimilikinya. Pada kenyataannya tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam mencari pengalaman.
      Kodratnya kaum perempuan sudah mempunyai peran tradisional dalam keluarga yang paling kodrati. Dalam keluarga wanita adalah sosok orang yang lemah lembut yang dikagumi karena keteladanannya dalam segala hal. Karena keadaan ekonomi yang kurang memungkinkan, wanita dituntut untuk membantu suami dalam mencari nafkah. Dari dua peranan tersebut wanita merupakan orang yang paling berat dalam menjalankan kewajibannya, tapi bagaimanapun juga tidak lepas dari peran penting wanita dalam kehidupan sehari-hari. 
      Banyak perusahaan-perusahaan, organisasi yang membutuhkan tenaga kerja wanita untuk ditempatkan pada posisi-posisi tertentu yang membutuhkan suatu ketelitian, keteladanan dan kesabaran. Sehingga banyak wanita yang bekerja baik yang sudah menikah, baik yang berpendidikan rendah, sedang maupun tinggi. Untuk itu tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk bekerja karena posisi pekerja baik itu tergantung kemampuan mereka sendiri.
            Disamping kehidupan organisasi perusahaan menuntut secara aktif, juga bertujuan untuk melakukan pekerjaan dan bertugas meningkatkan prestasi kerja serta meningkatkan prestasi kerja serta mempertinggi hasil produksi. Hal tersebut dapat dicapai apabila ada kesesuaian antara minat, bakat, jeis pendidikan karyawan dan disiplin kerja karyawan berpengaruh pada produktivitas kerja karyawan serta mencapai tujuan perusahaan. Disektor public kontruksi pekerjaan laki-laki dan perempuan tetap ada. sejalan dengan stereo tip yang melekat pada perempuan bahwa untuk mengorganisasikan serta tidak rasional maka perempuan dianggap tidak pantas untuk menjadi seorang manajer atau ahli tehnik dan peran pengasuh anak. Sedangkan laki-laki dengan stereotipnya kuat perkasa serta rasional akan mendapat cemooh bila melakukan pekerjaan perempuan seperti bekerja disalon, meskipun pada kenyataan banyak laki-laki yang bekerja sebagai piƱata rambut dan rias wajah yang sukses dimasyarakat, laki-laki lebih diharapkan untuk melakukan pekerjaan laki-laki seperti ahli teknik, manajer, pemimpin perusahaan dan lain-lain 
            Karena adanya motivasi untuk mencari pengalaman, mengisi waktu luang, memikirkan pendapatan keluarga dan status sosial keluarga. Oleh karena itu untuk melihat pengaruh dari tingkat pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi kerja karyawati maka penulis mengadakan penelitian yang berjudul “pengaruh tingkat pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi kerja karyawati PT. SAWAHKARUNIA AGUNG TEXTILE KARANGANYAR”
B. Perumusan masalah
Pentingnya masalah adalah untuk mempertegaskan atau menjelaskan agar penelitian yang dilakukan suatu masalah tidak melenceng dari topik dan mengenai pada apa yang dimaksud, sehingga akan memudahkan dalam melakukan penelitian yaitu :
1.      apakah pengaruh tigkat pendidikan terhadap motivasi kerja karyawati?
2.      apakah pengaruh antara jumlah tanggungan kleuarga terhadap motivasi kerja karyawati?
3.      adakah pengaruh antara tingkat pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi kerja karyawan
4.      untuk mengetahui tingkat solidaritas sosial antara perusahaan dengan tenaga kerja
5.      untuk mengetahui tingkat hubungan sosilisasi antara karyawan dengan menejer
C. Pembatasan Masalah
Dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk melengkapi dan mendukung hasil yang lebih baik dan juga agar permasalahan tidak meluas, maka penulis membatasi obeyk data dan hasil penelitian ini adalah terbatasnya pokok permasalahan.

D. Tujuan Penelitian
Setiap penelitian dilakukan oleh siapapun, dalam bidang ilmu pengetahuan pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut sebagai berikut :
1.      untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh tingkat pendidikan terhadap motivasi kerja karyawati
2.      untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi kerja karyawati
3.      untuk mengetahui adanya tingkat sosialisasi karyawati dengan Pt. Perusahaan dan keluarganya
4.      untuk mengetahui ada adan tidaknya hubungan solidaritas sosial antar perusahaan dengan tenga kerja
5.      untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh tingkat pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungngan keluarga terhadap motivasi kerja karyawati
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan akan memberikan subuah manfaat bagi pembaca yaitu :
1.      bagi penulis
untuk memperluas dan dapat memecahkan sebuah permasalahan yang ada
2.      bagi pembaca
penulis berharap hasil penelitian ini dapat menambahkan sebuah ilmu pengetahuan bagi pembaca, dan adapat digunakan dengan sebagaimana semestinya
3.      bagi perusahaan
hasil dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan didalam memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kerja karyawati dan sebagai bahan pertimbangan perusahaan apakah akan menerima tenaga kerja wanita yang  memiliki tanggungan maupun yang tidak memiliki tanggungan                   
 
II. LANDASAN TEORI
  1. Motivasi
  1. pengertihan motivasi kerja
manusia merupakan makhluk sosial yang mempunyai kebutuhan hidup, perasaan dan keinginan. Kerja adalah aktivitas dasar dan dijadikan bagian esensial dari kehidupan.
Ada beberapa pengertihan motivasi menurut beberapa ahli :
  1. motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang berkeinginan induvidu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan “ T. Hani Handoko, 1997 : 169”
  2. motivasi adalah tenaga dari diri manusia yang mendorong bertindak suatu proses yang berlangsung dalam diri seseorang “ Pasaribu dan simanjutak, 1984 : 4”
  1. Fungsi Motivasi
Menurut Sardiman AM (1996 : 85) yaitu :
  1. motivasi mendorong manusia untuk berbuat dan bertindak. Motivasi itu berfungsi sebagai motor yang memberikan energi (kekuatan) kepada seseorang untuk melakukan sesuatu
  2. motivasi menentukan arah perbuatan yaitu kearah perwujudan suatu tujuan dan cita-cita
  3. motivasi menyeleksi perbuatan artinya menentukan perbuatan-perbuatan mana yang haruis dilakukan yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyampingkan perbuatan yang tidak bermanfaat
  1. Cara Meningkatkan Motivasi
Dalam menumbuhkan dan mengembangkan motivasi, seorang menejer harus mengetahui hal-hal yang sekiranya dapat mendorong para karyawati untuk meu bekerja lebih bersemangat. Apabila suasana kerja dalam perusahaan sehat dan nyaman maka sendirinya semangat kerja akan terwujud sehigga produktivitas akan meningkat. Hal ini akan berhasil apabila ditunjag dengan pemberian upah atau gaji. Kesejahteraan lingkungan yang konduktif dan pimpinan kepada bawahan.
Jadi faktor motivasi kerja sebagai berikut :
  1. upah atau gaji
  2. kesejahteraan
  3. lingkungan perusahaan
 
  1. Pendidikan
Pengertihan pendidikan
Pendidikan adalah bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan. Dalam kehidupan bermasyarakat, pendidikan dapat terjadi dengan tidak mengenal batas usia maupun muda akan selalu memerlukan pendidikan. Oleh karena itu pendidikan sangat berguna bagi manusia sebagai pribadi maupun bagi masyarakat, bangsa dan negara.
      Menurut arti bahasanya pendidikan berasal dari bahasa Yunani “Paedagogie”. Ini adalah kata majemuk yanhg berasal dari kata “poes” yang berarti anak kata “aga” yang berarti aku membimbing. Jadi “Paedagogie” berarti aku membimbing anak.
Menurut Beals dan haijer (1986 : 19)  pengertihan pendidikan sebagai berikut :
Pendidikan adalah suatu proses yang panjang dan mencakup keseluruhan yang dipelajari baik secara formal maupun non formal yang menghasilkan kebudayaan baik individual, membentuk kepribadiannya dan sosialisasi dirinya yang keseluruhannya melengkapi diri untuk hidup sebagai masyarakat.
      Sedang arti pendidikan menurut UU RI No. 20 tahun 2003 :
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.     
  1. Solidaritas Sosial
menurut “EMILE DURKEIM”
“bahwa solidaritas sosial menunjukkan suatu hubungan antara karyawati yang didasarkan  pada peran perasaan dan kepercayaan yang dianut bersama kemudian diperkuat oleh emosional atau pengalaman bersama”.
  1. Jumlah Tanggungan Keluarga
  1. pengertihan keluarga
bagi orang yang belum menikah, dia tidak memiliki tanggungan atau beban keluarga sedangkan orang yang sudah menikah memiliki tanggungan yang besar untuk keluarganya.
Menurut “ Maryhn M. Friedman” (1998 : 5) Keluarga adalah suatu unit sosial yang paling kecil yang mentransmisikan tuntutan-tuntutan dan nilai-nilai dari suatu masyarakat yang dilestarikan.

 
  1. pengertihan karyawati
kemajuan dan perkembangan dibidang pendidikan dan kebudayaan sekarang ini, telah banyak berubah pola pikir dan perilaku masyarakat kita, terutama kaum wanita
  1. Hubungan Tingkat Pendidikan, pendapatan dan jumlah Tanggungan Keluarga dengan Motivasi Kerja.
Perusahaan pada hakekatnya memiliki tujuan untuk meningkatkan motivasi kerja. Hal ini tidak akan terlepas dari peranan manajer sebagai pimpinan perusahaan. Dalam penerimaan karyawan harus memperhatikan tingkat pendidikan seorang karyawan maka dia akan memiliki pengetahuan atau wawasan yang lebih luas dan memahami pekerjaa yang menjadi tanggung jawabnya. Semakin tinggi tingkat pendidikan tingkat motivasi kerja karyawati maka semakin tinggi pula tingkat pendapatan seorang karyawati dan karyawan akan berusaha untuk mempertahankan pendapatannya dengan meningkatkan motivasi kerja. Dengan pendapatan yang tinggi maka karyawati dapat memenuhi kebutuhan keluarganya yang merupakan tanggungan keluarga yang harus ditanggung sehingga dia harus menjaga profesi kerjanya dengan baik.
      Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga mempunyai hubungan yang erat dengan motivasi kerja dalam suatu perusahaan.  
  1. Kerangka Pemikiran






 

Tingkat pendidikan
-          pendidikan dasar                      tingkat pendidikan             jumlah tanggungan keluarga
-          pendidikan menengah                  -  gaji/upah                        -   daftar kartu keluarga
-          pendidikan tinggi











 


             Motivasi Kerja
§  kebutuhan
·         upah/ gaji
§  kesejahteraan
§  lingkungan kerja
 

keterangan
X1  : tingkat pendidikan karyawati
X2 : tingkat pendidikan karyawati
X3 : jumlah tanggungan keluarga
Y   : motivasi kerja karyawati
  1. Hipotesis  
Berdasarkan teori-teori diatas maka dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut :
  1. ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap motivasi kerja karyawati
  2. ada pengaruh tingkat pendapatan terhadap motivasi kerja karyawati
  3. ada pengaruh jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi kerja karyawati.
  4. ada pengaruh tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi kerja karyawati.
  1. Metode Penelitian 
a.      Pengertihan Metode Penelitian  
Untuk membuktikan adanya suatu kebenaran dari suatu penelitian perlu digunakan suatu metode Penelitian
Metode Penelitian adalah suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran untuk pengetahuan, usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah, ilmu yang membicarakan tentang metode dan ilmu untuk penelitian. (Sutrisno Hadi, 1980 : 3)
b.      Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (1999: 32) mendenifisikan “ variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, subyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan “
Dalam penelitian ini terdapat empat variabel yang akan diteliti yaitu tiga variabel bebas dan satu variabel terikat :
1.      tingkat pendidikan (independent variable) diberikan simbol (X1)
2.      tingkat pendapatan (independent variable) diberikan simbol (X2)
3.      jumlah tanggungan keluarga sebagai variabel bebas (independent variabel)
4.      motivasi kerja karyawati sebagai variabel terikat atau tidak bebas (dependent variable) diberi simbol (Y)
c.       Metode Pengumpulan Data
Didalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan metode sebagai berikut :
  1. Metode Angket
Metode yang daftar isinya berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus diisi atau dijawab oleh orang yang menjadi sasaran Angket ( Suharsini Arikunto, 1993 : 24).
  1. Metode Observasi
Metode dengan cara pengamatan dan pencatatan secara sistematik mengenai fenomena yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung.
  1. Metode Dokumentasi
Adalah dokumen sebagai bahan klasik untuk meneliti perkembangan historis yang khususnya biasanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang apa, kapan dan dimana (Koentjaraningrat, 1989 : 89).
Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
  1. Sejarah singkat PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar
  2. Struktur Organisasi PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar
  3. Arsip ijasah pendidikan karyawat
  4. Realisasi pendapatan karyawati tahun 2003/ 2004
  5. Arsip daftar Kartu Keluarga (KK) karyawati.
d.      Teknik Uji Prasyarat Analisis
1. Uji Normalatif
Uji normalatif digunkan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang, maka uji normalatif menurut Sudjana MA (1992 : 446) dengan :
                   
Rumus Z1 =  X1  - X
                            S
e.       Teknik Aalisa Data
Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi ganda. Maksud penggunaan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh serentak variabel independent (tingkat pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga) (motivasi kerja), dan selanjutnya untuk dapat membuktikan ada tidaknya pengaruh tersebut maka digunakan analisis regresi berganda :
Rumus :                                r122 + r132 – 2 (r12 r13 r23)
                        R 1.232  =     
                                                            1 – r 232

Catatan rumus diatas adalah R 2, akar kuadaratnya adalah R .
R1.232 = koefesien ganda antara X1 dan gabungan antara X2 dan X3
Uji signifikansi
Dilihat tabel C dibuat oleh Drs. Y. Slamet, M. Sc, 1993 (135-138)
Dengan 3 variabel nilai kritis untuk p :  0,05 adalah 0,198 dan p : 0,01 adalah 0,244. maka untuk R : 0,606

III.           Kesimpulan Dan Saran
  1. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
  1. Tingkat pendidikan merupakan faktor yang penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan membekali seseorang untuk mengambil keputusan yang benar atau paling tidak berdasarkan pertimbagan yang baik. Demikian juga dalam bekerja, karyawan yang pendidikannya relatif baik sadar akan tanggung jawabnya sehingga akan bekerja lebih baik.
  2. Pendapatan akan menjadi motivasi untuk memperoleh pekerjaan. Setiap karyawan berharap memperoleh pendapatan maksimal dan  pekerjaan yang mereka selesaikan sehingga tidak jarang karyawan lembur untuk memperoleh hasil yang lebih besar dan memuaskan
  3. Jumlah anggota keluarga menjadi tanggungan karyawan mempengaruhi giat tidaknya karyawan tersebut bekerja. Motivasi kerja karyawan yang jumlah tanggungan keluarganya lebih banyak, biasanya lebih tinggi dibandingkan karyawan yang jumlah tanggungan keluarganya lebih sedikit   
  1. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas penulis dapat memberikan sebuah saran sebagai berikut :
  1. perusahaan hendaknya memperhatikan bahwa faktor-faktor pendidikan, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga mempunyai pengaruh dan signifikan. Hal ini berarti dengan memberikan treatment pada ketiga faktor tersebut motivasi kerja karyawan dapat ditingkatkan dan perusahaan akan memperoleh keuntungan dari kinerja yang meningkat.
  2. Perusahaan hendaknya tidak mengabaikan faktor lain seperti masa kerja, lingkungan kerja dan usia. Karena diluar ketiga faktor yang menjadi variabel penelitian masih banyak faktor lain yang berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan.  








Lampiran Pertanyaan
A.    IDENTITAS RESPONDEN
  1. nomer responden         :
  2. nama responden          :
  3. umur responden          :
  4. jenis responden           :
  5. status responden         :
  6. pekerjaan                     :
  7. pendidikan                  :
  8. pendapatan/ gaji          :
B.  MOTIVASI RESPONDEN
1.      Anda masuk dan bekerja di PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar karena apa?
2.      Anda bekerja di PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar mendapat gaji berapa?
3.      Apakah anda sudah mengalami kerja lembur? Untuk apa?
4.      Apakah anda puas diberi upah yang telah ditetapkan PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar
C.  HUBUNGAN SOSIALISASI
1.      apakah menejer PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar sangat akrab dengan para pekejanya?
2.      apa menejer di PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar sangat memperhatikan kesejahteraan tenaga kerjanya?
3.      dengan cara bagaimana menejer di PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar menyejahterakan tenaga kerjanya?
4.      apakah anda senang dangan pimpinan anda?
D. TINGKAT PENDIDIKAN
1.      kebanyakan tenaga kerja yang masuk di PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar lulusan apa?
2.      apakah lulusan pendidikan itu bisa mempengaruhi gaji atau upah tenaga kerja di PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar?
3.      biasanya tenaga kerja yang dibutuhkan oleh PT. Sawahkarunia Agung Textile di Karanganyar minimal lulusan apa?
4.      Apakah pendidikan menejer anda lebih tinggi dari pendidikan anda?